Jumat, 30 Oktober 2026

Kisah Dewi Durga Menurut Lontar Andabhuwana.

Kisah Dewi Durga Menurut Lontar Andabhuwana.
 
Dewi Durga dikenal dengan banyak nama yang memancarkan berbagai aspek kekuatan Tuhan— Dewi Candika yang penuh kemurkaan terhadap kejahatan, Dewi Kali atau Kalika yang menyeberangkan jiwa dari kegelapan, di Bali Beliau dikenal pula sebagai Dewi Kalimaya, Bhatari Ulun Setra, dan Sanghyang Bhairawi, yang semuanya adalah wujud dari satu Mahadevi yang agung, pelindung dharma dan penguasa kuburan suci. Kisah asal-usul beliau tertulis dengan rinci dalam Lontar Andabhuwana, sebuah naskah kuno yang menjadi salah satu rujukan utama dalam tradisi Hindu Bali.
 
Kisah berawal ketika Bhatara Siwa berpura-pura sakit keras, lalu meminta istrinya, Dewi Uma, untuk turun ke bumi mendapatkan susu sapi putih sebagai obat. Dalam perjalanannya, Dewi Uma bertemu dengan seorang penggembala sapi yang meminta imbalan kehormatan sebagai syarat pemberian susu tersebut. Demi kesetiaannya kepada suami, Dewi Uma rela melakukannya. Ketika kembali ke kahyangan dan menyerahkan susu itu, beliau berbohong tentang bagaimana susu itu diperoleh. Namun Dewa Ganesha dengan tenung Aji Saraswati berhasil mengungkap kebenaran. Karena merasa dibohongi, Dewi Uma membakar tenung tersebut hingga menjadi abu. Melihat hal itu, Bhatara Siwa murka dan mengutuk Dewi Uma menjadi sosok yang menyeramkan, lalu menurunkan beliau ke bumi untuk menetap di Setra Gandamayu selama dua belas tahun, hingga ada yang suci mampu meruwat kutukan tersebut.
 
Dua belas tahun berlalu, dan akhirnya datanglah putra bungsu Kunti, Sahadewa, yang diserahkan ibunya ke Gandamayu untuk menjadi tumbal. Namun di sana terjadilah pertemuan yang suci — Sahadewa justru menyucikan dan meruwat Dewi Durga dari kutukannya, sehingga beliau kembali ke wujud aslinya sebagai Dewi Uma yang bercahaya. Kisah ini kemudian dikenal pula dengan nama Sudamala, yang mengajarkan bahwa kesucian hati lebih kuat daripada segala kutukan.
 

Tidak ada komentar: